Kamis, Januari 07, 2010

Takdir-Mu

Hmm, nyaris setahun gak nulis di blog ini. Skr sdh 1431 H, 2010 M...namun keindahan takdir Allah di tahun yll msh terus membayang. Bagaimana tidak, setelah selesai tugas belajar dan kembali ke kantor aq sdh mulai menikmati indahnya menjadi calon ibu. Sampai suatu hari di bulan November ketika dia tak lagi menendangi perutku, aq disadarkan bahwa anak kami telah berpulang tanpa sempat memperdengarkan tangis merdunya. Sama seperti diriku, anak yang kukandung pun adalah milik-Nya sehingga kapanpun Ia mau mengambil kembali semua harus mengikhlaskan. Padahal sebelumnya sempat terbersit di hati, anak pertama kami adalah kado terindah di ulang tahunku, tp ternyata tidak seindah bayanganku, namun kuharap hikmah di balik berpulangnya permata hati kami itu selayaknya jauh lebih indah.
Abdullah Ahza, itu nama yg sudah kami siapkan jauh2 hari untuknya, Abdullah berarti hamba Allah, sementara Ahza artinya yang beruntung. Ketika tahu dia sudah tak lagi bernafas di rahimku sempat suami akan memperpendek namanya menjadi Abdullah, nama terindah selain Abdurrahman. Tapi bukankah sesungguhnya anak kami jauh lebih beruntung karena belum sempat berbuat dosa, belum mencicipi dunia yg sdh sangat kotor ini? Atas pertimbangan itulah akhirnya anak kami tetap menyandang nama Abdullah Ahza bukan di kartu keluarga, akte kelahiran ataupun ijasahnya, namun di nisannya.
Selamat jalan Nak, maafkan ibu bila kurang sungguh2 merawatmu. Terima kasih ibu padamu, karena bersamamulah ibu bisa menikmati berpuasa Ramadhan sebulan penuh, karnamulah ibu rajin searching ilmu kedokteran yg menyangkut kesehatan ibu dan anak. Walaupun ilmu itu bersama semua pakaian, popok dan perlengkapan yg ibu siapkan utkmu pada akhirnya belum sempat terpakai.
Anakku Abdullah Ahza tersayang, do'akan ibu Nak, agar Allah mau memberikan amanah kepada ibu dan ayahmu untuk memelihara adik2mu kelak, agar ibu tak lagi kesepian...
Ahza sayang, tunggu ibu disana ya Nak, walaupun ibu belum tahu kpn takdir ibu utk bisa menyusulmu.